Inhutani III Ikuti Rakornis Kalbar Calon Pilot Project Nasional Biomassa Energi

PONTIANAK, INHUTANI III (30/04/2021) │ Inhutani III mengikuti Rakornis Pembahasan Rancangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sebagai Calon Pilot Project Nasional Untuk Pengembangan Biomassa Energi, Bertempat di Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura Kota Pontianak, Jumat (30/4).

Acara ini diselenggarakan dalam rangkaian kunjungan Tim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ke Provinsi Kalimantan Barat.

Rakornis tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Kepala Bappeda Provinsi Kalbar, Rektor Universitas Tanjungpura, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan), Para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Kalbar, Perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Perwakilan APHI Pusat dan Daerah, Perwakilan GABKI, Perwakilan PT PLN Kalbar, Para Kepala Kesatuan Pengeloaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Kalbar serta 60 orang yang ikut mengiktuti secara online menggunakan fasilitas webinar. Inhutani III sebagai undangan


menyertakan GM Inhutani III Kalbar, Engkos Kosim.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji dalam sambutan yg disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar Adi Yani menyampaikan Pemprov Kalbar memiliki potensi yang sangat besar dalam memanfaatkan limbah batang sawit sebagai sumber energi biomassa berupa biopellet yang dapat berfungsi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan karena keunggulannya yaitu bersifat mudah terdegradasi dan dapat diperbaharui.

Hadir sebagai narasumber adalah Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Gusti Hardiansyah, dan Djoko Winarno selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI). Dalam paparannya, Gusti Hardiansyah mengatakan bahwa Kalimantan Barat sangat siap untuk percontohan pengembangan Biomassa Energi karena memiliki potensi biomassa dari peremajaan sawit seluas 480.000 ha per tahun yang dapat menghasilkan biomassa 60 juta m3 per tahun.

Sementara Winarno menyatakan bahwa kebutuhan bahan baku cofiring (biomassa) pembangkit listrik (PLTBM) khusus di Kalbar dengan kapasitas 210 MW sebanyak 73,58 ribu ton per tahun. Untuk menjamin pasokan tersebut cukup dipenuhi dari lahan HTI seluas 4.730 ha saja.

Di tempat terpisah Direktur Inhutani III Hezlisyah Siregar mengatakan bahwa Inhutani III secara prinsip mendukung program pemerintah dalam pasokan bahan baku biomassa di Kalbar.

“Area kerja Inhutani III Kalbar siap untuk mengembangkan tanaman biomassa dengan dukungan investor pembangunan Hutan Tanaman Industri”, ujarnya. (KOM-INH3/EK)

Editor : Ywn

Copyright©2021