Holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan Diresmikan

Surabaya – Menteri BUMN Dahlan Iskan meresmikan pembentukan holding BUMN perkebunan dan BUMN Kehutanan. Dahlan mengatakan pembentukan holding BUMN perkebunan dan kehutanan merupakan program pemerintah yang telah dicanangkan dan dikaji sejak lama.

Tujuan dibentuknya holding BUMN ini adalah untuk meningkatkan daya saing BUMN, menciptakan nilai tambah dan meningkatkan profesionalisme BUMN Perkebunan dan Kehutanan.

Dia menjelaskan bagi negara, holding ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dari sisi dividen dan pajak serta multiplier effect bagi perekonomian sedangkan bagi masyarakat terbentuknya holding ini dapat menyerap tenaga kerja baru.

Holding BUMN perkebunan dibentuk dengan cara mengalihkan 90 persen kepemilikan saham negara pada PT. Perkebunan Nusantara I, II, IV sampai PT. Perkebunan Nusantara XIV kepada PT. Perkebunan Nusantara III sebagai induk holding BUMN Perkebunan.

Sedangkan holding BUMN Kehutanan dibentuk dengan cara mengalihkan 100 persen kepemilikan saham negara pada PT Inhutani I-V kepada Perum Perhutani sebagai induk holding BUMN kehutanan.

“Pembentukan holding BUMN perkebunan dan kehutanan dapat meningkatkan penerimaan negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar dia dalam acara “Launching BUMN Perkebunan dan Kehutanan” di Kantor PTPN XIV, Surabaya, Kamis (2/10).

Dahlan menjelaskan holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan ini menjadi salah satu holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan terbesar di Asia bahkan menjadi 5 besar holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan terbesar di dunia.

Dia mengatakan modal awal yang disetor pemerintah untuk Perum Perhutani adalah sebesar Rp 1,8 triliun sedangkan untuk PT. Perkebunan Nusantara III modal yang disetor adalah Rp 10 triliun.

Dahlan mengatakan total aset yang dimiliki PTPN I-XIV adalah Rp 69 triliun sedangkan total aset yang dimiliki PT. Inhutani I-V dan Perum Perhutani adalah Rp 3,6 triliun, dengan dibentuknya holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan maka asetnya menjadi Rp 72,6 triliun.

Menurut dia besarnya aset yang dimiliki holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan menjadikan holding BUMN ini menjadi BUMN paling kompetitif.

“Banyak dampak positif dari pembentukan holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan,” ujar dia

Dahlan memperkirakan pendapatan negara akan naik sekitar 15 persen dari pembentukan holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan.

Sementara itu, Direktur Utama PT. PTPN III Bagas Angkasa mengatakan pekerjaan utama setelah dibentuknya holding perkebunan adalah penguatan di sisi pengembangan dan restrukturisasi ulang. Restrukturisasi ulang dilakukan untuk memperkuat holding perkebunan.

Ia memperkirakan luas lahan perkebunan setelah dibentuknya holding ini adalah lebih dari 1 juta hektar.

Dia mengatakan peningkatan SDM juga perlu dilakukan agar holding BUMN perkebunan bisa berdaya saing memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015.

Holding BUMN perkebunan bisa menjadi keunggulan Indonesia dalam MEA 2015,” ujar dia

Bagas menuturkan holding BUMN perkebunan ini juga bisa meningkatkan laba perusahaan. | Sumber : Investor Daily