Kayu HTI & Agroforestry

HTI

Luas HTI Unit Pelaihari 27.500 ha (dengan luas efektif diusahakan secara swakelola) seluas 17.640 ha dan seluas 15.000 ha di Riam Kiwa Kalsel (dengan luas efektif sekitar 9.000 ha).

Pengelolaan hutan tanaman yang dilaksanakan oleh PT INHUTANI III berbasis Sustainable Forest Managemant (SFM) yang mempertimbangkan dan memperhatikan aspek-aspek produksi, ekonomi, social dan lingkungan. Untuk menuju pengelolaan yang lestari tersebut, maka managemen telah melaksanakan jangka benah pengelolaan HTI di Pelaihari Kalsel. Secara teknis, pengelolaan hutan tanaman dilaksanakan dengan sistem tebang habis dengan permudaan buatan (THPB). Jenis tanaman pokok yang dikembangkan adalah acasia dan eucalyptus yang di arahkan untuk kayu pertukangan  dan bahan baku serpih (BBS) untuk kayu energi dan /atau rayon.

Produksi kayu akasia berupa kayu bulat, dipasarkan kepada 12 perusahaan industri pengolahan kayu setempat. Industri tersebut mengolah kayu bulat menjadi kayu gergajian sedangkan BBS dan limbah untuk industri Wood pellet, Wood chip dan rayon (disolving pulp)  400.000 m3 per tahun berupa papan, balok, kasau dan reng yang dijual ke Pulau jawa pada umumnya ke Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Setiap tahun diproduksi rata-rata sekitar 40.000 m³ kayu bulat yang disuplai ke industri lokal tersebut.